Mercy Browns - Ada alasan betapa pentingnya Anda harus membersihkan alat kelamin setelah bercinta. Perilaku seks yang tidak menjaga kebersihkan dapat menimbulkan terjadinya dalam resiko infeksi yang menular seksual seperti HIV. Dengan Ilmuwan media Douglas Kwon asal dari Ragon Institute of MGH, MIT dan Harvard, telah menjelaskan, tingginya dengan angka HIV pada kalangan perempuan di KwaZulu- Natal dikarenakan dengan peradangan genital.
"Bahwa infeksi yang menular tertentu, seperti klamidia bisa menyebabkan dengan peradangan dan meningkatkan risiko HIV. Dari Penelitan kami pada tahun 2015, Bakteri tertentu pada wanita Afrika Selatan telah menjadi penyebab terjadinya peradangan pada alat kelamin wanita,"
Dengan para peneliti Ragon Institute bekerjasama dengan wanita muda Afrika Selatan yang sehat menemukan, wanita dengan vagina yang didominasi spesies bakteri pro-inflamasi memiliki risiko 4 kali lebih tinggi tertular HIV yang dibandingkan mereka yang memiliki bakteri vagina sehat. Untuk Studi tentang kebersihkan alat kelamin dan bakteri ini diterbitkan pada jurnal Immunity pada 10 January 2017.
Bersihkan alat Kelamin
Kini menurut Kwon dan timnya, untuk menghindari infeksi yang menular seksual dapat mencegah infeksi bakteri. Selain itu untuk menghindarikan smegma-penumpukan sel kulit mati, minyak dan berbagai cairan diujung penis atau dilipatan vagina adalah membersihkan alat kelamin setelah bercinta.
Setelah berhubungan seks, sejumlah air mani akan terperangkap dibawah kuli penis yang dapat menjadi infeksi. Maka bersihkan alat kelamin Anda setelah bercinta itu paling penting untuk mengusir kuman.
Dibaca - 6 Cara Mengelola Uang THR
Namun alat kelamin tidak dibersihkan, maka Infeksi jamur dapat menyebabkan bau yang tidak sedap dan serta dengan rasa tidak nyaman seperti gatal dan sakit. Untuk menghilangkan bau tidak sedap dari alat kelamin, Anda dapat mengomsumsi yogur. Karena probiotik dalam yogurt untuk menjaga dari keseimbangan pH. Dalam keseimbangan pH akan meningkat setelah berhubungan seks karena penumpukan bakteri tersebut.









No comments:
Post a Comment